Damai Mengabarkan
BudayaTasikmalaya

Ada Apa Aja di Tasikmalaya October Festival

Tasikmalaya October Festival (Wildan/Instagram)

Potret Media – Menjelang Tasikmalaya October Festival (TOF) 2018, panitia setempat sudah mengumumkan sejumlah informasi perihal ditutupnya jalan utama Kiai Haji Zaenal Mustofa (HZ) dari pukul 06.00 hingga selesai. TOF yang akan diselenggarakan pada tanggal 13-17 Oktober ini mengharuskan masyarakat mencari jalan alternatif lain seperti Jalam Pasar Wetan dan Jalan Tentara Pelajar yang rencaranya akan diberlakukan dua arah.

Pihak Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Tasikmalaya pun akan melakukan rekayasa Lalin di beberapa kawasan saat helaran dan karnaval pada 14 Oktober 2018. Melirik dari aspek tersebut, TOF 2018 rupanya merupakan event budaya terbesar yang diselenggarakan di Kota Tasikmalaya. TOF 2018 kali ini terbagi menjadi dua jenis, yakni Tasik Fashion Carnival dan Tasik Jempana Carnival.

Pada Tasik Fashion Carnival, busana yang ditampilkan adalah busana-busana kreatif yang indah dan unik, menggambarkan kekayaan dan potensi Kota Tasikmalaya, serta menampilkan performance para designer dengan mengetengahkan busana bordir dan aksesorisnya dibawah instalasi Payung Geulis. Dengan tema kupu-kupu, belalang, garuda, bunga matahari, dan lain-lain, peserta dianjurkan memakai baju bernuansa bordir dan batik. Sementara Tasik Jempana Carnival, menampilkan tampilan unik tentang potensi dan kreativitas masing-masing peserta (OPD) dengan diiringi tampilan budaya masing-masing kontingen.

Selama empat hari berlangsungnya acara, akan diisi oleh rangkaian kegiatan seperti Pameran Tasik Kreatif, Tasikmalaya Food Culinary, Muslim Fashion Show, Gelar Budaya, Seminar Potensi Unggulan Kota Tasikmalaya, Rakor Komwil III APEKSI, dan Karnaval Budaya-Helaran Budaya. Padatnya kegiatan tersebut telah diatur sedemikian rupa dan berlangsung di beberapa tempat berbeda.

Pameran Tasik Kreatif sendiri akan berlangsung di Jl. Kh. Zaenal Mustofa dengan menampilkan 140 stand yang akan menampilkan produk unggulan hasil kreativitas masyarakat Kota Tasikmalaya. Serupa dengan Tasikmalaya Food Culinary yang menampilkan berbagai jenis makanan, baik jajanan tradisional maupun modern.

Baca Juga  Satu Hari Berjalan, Sampah Sudah Berserakan di TOF

Puncak dari kegiatan ini adalah Karnaval Budaya-Helaran Budaya, dimana Tasik Fashion Carnival, Tasik Jempana Carnival, dan acara helaran diselenggarakan. Helaran sendiri diambil dari bahasa Sunda yang berarti arak-arakan, parade, atau pawai. Biasanya pada saat helaran ada banyak bunyi-bunyian dari berbagai alat musik kesenian daerah. Namun, pada kegiatan kali ini akan ada juga penampilan seni tari, kreasi daerah, serta mobil hias. (Jihan) 

Tinggalkan Balasan