Damai Mengabarkan
BogorIntoleransiPeristiwa

Darurat Intoleransi, PMII Kota Bogor Adakan Aksi Depan Mapolres

Menurut data Setara Institute Kota Bogor berada di urutan ke tiga sebagai kota intoleran setelah Jakarta dan Bekasi dari 94 kota di Indonesia

Bogor – Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat Universitas Pakuan dan Komisariat IPB menggelar aksi damai tentang bahaya intoleransi di depan Polres Kota Bogor pada Senin, (05/11/2018).

Kegitan tersebut dilakukan guna pihak kepolisian bersikap tegas dalam menindak segala bentuk intoleransi di Kota Bogor.

Menurut data Setara Institute Kota Bogor berada di urutan ke tiga sebagai kota intoleran setelah Jakarta dan Bekasi dari 94 kota di Indonesia.

Hal itu sangat menghawatirkan, mengingat penduduk Kota Bogor terdiri dari bermacam ras, suku, golongan dan agama. Selain itu, aksi tersebut dilakukan guna pihak kepolisian mengusut pihak yang telah merobohkan plang PCNU Kota Bogor.

Menurut Ketua PMII Universitas Pakuan, Alhuda Eka, perusakan plang tersebut menambah data sikap intoleran di Kota Bogor,

“Perusakan plang PCNU Kota Bogor menambah data sikap intoleran di Kota Bogor. Kami berharap pihak kepolisian menindak tegas setiap gerakan yang mengarah kepada aksi intoleran”, katanya.

Alhuda juga menambahkahkan, bahwa dalam aksi tersebut, para mahasiswa menyerukan sikap toleran, kesadaran akan keberagaman serta pentingnya persatuan,

“Aksi yang berlangsung selama satu jam itu, yakni dimuali dari pukul 16.00-17.00 diisi dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, lagu Yalalwatan, pembacaan puisi perdamaian dan orasi kebangsaan”, Pungkasnya. (Abdul Wahab)

Tinggalkan Balasan