Nasional

Pasca Gempa 7.0 SR di NTB, Pemulihan Jaringan Telekomunikasi Membaik

Jakarta– Pemulihan jaringan telekomunikasi khususnya base station (BS), pascagempa bumi 7.0 SR terus berlangsung, dan berkembang secara signifikan. Sejak Senin (5/8) hingga Rabu (8/8).

“Siang hari ini sejumlah 639 base stasion telah pulih kembali dan beroperasim sementara masih terdapat 306 BS yang belum dapat digunakan dan dalam proses pemulihan operasional karena membutuhkan pasokan sumberdaya listrik”, kata Plt. Kepala Biro Humas Kementerian Kominfo, Noor Iza, dalam keterangan persnya, Rabu (8/82018).

Noor Iza menambahkan, sebagai informasi, di Provinsi Nusa Tenggara Barat, layanan telekomunikasi yang berjalan didukung dengan jumlah 7.418 BS site 2G, 3G, dsn 4G.

“Semua layanan itu didorong bisa melayani kebutuhan komunikasi secara merata sampai ke pelosok”, ujarnya.

Noor Iza menuturkan, kendala utama pemulihan base station adalah pasokan listrik dari PLN dan bahan bakar minyak untuk genset. Selain itu juga ada beberapa base station yang masih terisolir dan hanya bisa dijangkau dengan kendaraan terbatas.

“Namun demikian, operator seluler mengalihkan akses jaringan telekomunikasi ke base station terdekat agar bisa digunakan untuk melayani kebutuhan masyarakat. Operator telekomunikasi juga terus melakukan mobilisasi genset dan baterei cadangan agar base station bisa digunakan kembali”, tuturnya.

Sementara itu, Menteri Kominfo Rudiantara meminta Tim Kementerian dan operator telekomunikasi memeberikan prioritas dukungan telekomunikasi dan pemulihan jaringan pada lokasi pos koordinasi dan tempat pengungsian.

“Untuk mendukung dan memudahkan akses komunikasi di pos koordinasi (posko), dari sepuluh unit VSAT yang disediakan oleh Badan AksebilitasTeknologi Informasi (BAKTI) Kominfo, saat ini telah terpasang sembilan unit”, kata Rudiantara

Rudiantara melanjutkan, sesuai dengan kebutuhan lapangan VSAT yang dalam rencana awal akan dipasang di Dusun Mentareng, saat ini dipasang di Posko Desa Obel-Obel. Semantara VSAT untuk kebutuhan Media Center dipindahkan ke Posko Sankareang yang lebih membutuhkan untuk kegiatan koordinasi , karena di Media Center yang terletak di Kantor Gubernur sudah ada akes internet.

Baca Juga  Kemenkominfo Blokir Video dan Foto Kekerasan Terhadap Suporter

“Satu VSAT yang rencanya dipasang di RSUD Mataram tidak jadi karena adanya gedung runtuh sehingga tidak memungkinkan proses intalasi. Namun ada pemasangan VSAT baru di Posko Desa Khayangan”, ujarnya. (uar)

Tinggalkan Balasan