OlahragaTasikmalaya

Pemdes Cisayong Jadikan Dana Desa Lapangan Bola Berstandar FIFA

Lapangan Sakti Lodaya Cisayong, Tasikmalaya (istimewa)

Tasikmalaya – Mungkin sebagian dari kita berfikir bahwa lapangan Desa itu pasti kumuh dan tidak terawat.

Namun, Pemerintah Desa Cisayong mampu menyulap lapangan sepak bola yang diberi nama Sakti Lodaya menjadi standar Federation of International Football Association (FIFA).

“Saya ingin melihat lapangan desa saya seperti Gelora Bung Karno yang ada di Jakarta. Dan Desa Cisayong memiliki ikon”, kata Kepala Desa Cisayong, Yudi Cahyudi kepada potretmedia.com, Jumat, (19/10/2018).

Yudi Cahyudi mengatakan, untuk tahun ini semua alokasi dana desa diprioritaskan untuk pembangun lapangan sepak bola.

“Dana desa ini ada payung hukumnya yang mengatur bagaimana diatur oleh Permen Desa no.19, dana desa diprioritaskan untuk 4 program. Kita di Cisayong, fokuskan dana desa untuk sarana prasarana olahraga”, ujar Yudi.

Pengembangan lapangan Sakti Lodaya ini menghabiskan dana sekitar Rp. 1,4 miliar, dan untuk openingnya akan dilakukan bulan November.

Yudi mengungkapkan, bahwa berprestasi itu bukan hanya pendidikan formal saja, melainkan informal juga.

“Ketika olahraganya bagus itu juga bisa menjadi prestasi. Ketika saya membangun lapangan bola ini, besok lusa, pembangunan generasi mudanya harus tetap positif”, ungkapnya.

Lapangan bola Sakti Lodaya dilengkapi dengan berbagai fasilitas seperti macam drainase, water sprinkle system, kualitas rumput dengan zoysia matrella,dan tingkat kerataan tanah. Walau belum disahkan Federasi, tau tidak salah menyebutnya berstandar FIFA dengan kualitas yang ada.

Yudi menerangkan, setelah dibuka untuk umum, lapangan ini akan disewakan dengan tarif Rp. 500 ribu untuk warga kecamatan Cisayong setiap kali bertandingnya. Dan Rp. 750 ribu untuk warga umumnya.

“Uang tersebut nantinya akan dipergunakan, salah satunya untuk perawatan rumput dan pengembangan fasilitas lainnya”, ungkapnya.

Ia juga berterimakash kepada pemerintah pusat karena telah membuat program dana desa ini.

Baca Juga  Perkuat Toleransi, Gusdurian Tasikmalaya Akan Gelar Kelas Pemikiran Gus Dur

“Sehingga kami dapat memanfaatkannya dengan membangun lapangan sepak bola seperti ini, yang kedepannya diharapkan bukan hanya mengembangkan potensi bibit-bibit pemain bola, namun terhadap ekonomi juga”, pungkasnya (uar)

Tinggalkan Balasan