wisata

Perjalanan Dengkul Ketemu Dada, Terbayar Dengan Keindahan Curug Cinila

POTRETMEDIA.com, Tasikmalaya- Tasikmalaya tenyata mempunyai sebuah curug (air terjun) tersembunyi di bawah kaki Gunung Galunggung. curug tersebut tidak lain dan tidak bukan adalah Curug Cinila yang berada di Cingaloma, Cigalontang, Sukaharja, Sariwangi, Kabupaten Tasikmalaya.

Di sana juga anda akan menemukan manusia baja dari Paguyuban Cinila yang nekat belah tebing dinding Gunung Galunggung untuk membuat saluran irigasi sepanjang 6 km dengan bermodalkan linggis dan cangkul sambil bergelayut pada seutas tali plastik untuk mengairi desa mereka dan sawah seluas 200 hektar lebih, yang mereka kerjakan setiap hari Kamis.

Baca Juga  Penjualan Payung Geulis Meningkat di TOF 2018

Curug Cinila adalah curug yang mempunyai tingkat kesulitan yang tinggi, bagaimana tidak untuk sampai ke sana kita memerlukan waktu sekitar 2 jam dengan berjalan kaki .

Pada awalnya kita bisa menggunakan kendaraan roda maupun roda empat. Dari alun-alun Singaparna kita ambil ke arah Sariwangi, terus mengikuti jalan utama hingga sampai simpang jalan ke arah Cidugaleun . Di simpang tersebut apabila lurus ke arah malaganti sedangkan belok kiri ke arah Cidugaleun. Kondisi aspal mulus sampai jembatan yang baru diresmikan tahun 2016, setelah melewati dua perkampungan akhirnya kita sampai di jalan masuk menuju Cingaloma.

Baca Juga  Peringati Hari Sumpah Pemuda, Dengan Bersih-Bersih Sungai

Nah, setelah sampai di sana kita harus merelakan  untuk menyimpan kendaraan kita, karena untuk sampai ke curug kita harus berjalan kaki, yang kita sebut ‘perjalanan dengkul ketemu dada’. Karena perjalanan menuju curug memang panjang, berliku, menanjak dan menurun dengan kemiringan yang cukup terjal. Jalan sempit ditambah licin yang hanya dapat dilalui satu orang saja dipinggir jurang menjadi kesan tersendiri.

Baca Juga  Ultah ke-17, Ini Harapan Sebagian Netizen Untuk Kota Tasikmalaya

Dalam perjalanan kita akan disuguhi hamparan sawah yang luas, dan menyeberangi sungai yang jernih melewati jembatan bambu yang cukup apik dibangun. Selain itu juga akan melewati kebun, tegalan, hingga semak belukar.

Situasi alam yang masih alami dan belum banyaknya wisatawan  menjadi daya tarik tersendiri.  Setelah melewati perjalanan yang cukup panjang dan melelahkan akhirnya terbayar sudah dengan keindahan Curug Cinila. (uar)

Tinggalkan Balasan